Kamis, 01 Desember 2011

Keutamaan bulan Muharram

keutamaan bulan Muharram Muharram… Saat ini kita sudah mulai memasukinya, tepatnya di tahun 1433H.
Sudah berlalu tahun-tahun sebelumnya…namun selalu menyisakan tanya, apa telah banyak bekal yang berarti untuk akhirat kita??
Yah, itu hanya bisa dijawab oleh diri kita masing-masing…

Muharram… adalah bulan pembuka di tahun hijriyah, tahun baru untuk segenap kaum muslimin.
Memang… penanggalan hijriyah, bukanlah penanggalan yang dipakai oleh sebagian besar masyarakat kita karena selama ini semua aktivitas selalu didasarkan pada penanggalan Masehi. Saat ditanya, “Tanggal berapa sekarang?”….sudah bisa ditebak, semua pasti bisa memberikan jawaban…Namun jika ditanyakan, “Tanggal berapa hijriyah sekarang”…hanya segelintir yang bisa menjawabnya. Tahunnya pun sering lupa-lupa ingat…

Introspeksi diri sebagai muslim, termasuk diri saya sendiri yang tidak luput dari hal itu
Padahal, penanggalan hijriyah tidak lepas dari aktifitas ibadah kita sebagai kaum muslimin.  Sebut saja diantaranya ibadah puasa, penentuan awal Ramadhan, puasa 3 hari dalam sebulan (bulan yang dimaksud adalah bulan hijriyah), keutamaan puasa di bulan-bulan tertentu (lagi-lagi bulan hijriyah), pelaksanaan haji. serta seluruh ibadah kaum muslimin itu didasarkan pada penanggalan hijriyah.

Sejarah penanggalan Hijriyah

Berikut kutipan sejarah penanggalan hijriyah yang saya dapatkan dari hasil mendownload sebuah ebook:

Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar, dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab رضي الله عنه tatkala mencanangkan penanggalan Islam. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram, dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah صلي الله عليه وسلم untuk hijrah pasca peristiwa Bai’atul Aqabah, dimana terjadi bai’at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah صلي الله عليه وسلم, apabila beliau datang ke Madinah. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah, dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar, meski ancaman maut dari orang-orang Quraisy senantiasa mengintai beliau.

Mungkin sudah banyak yang mengetahui tentang hal ini, namun bagiku ini merupakan hal yang baru kuketahui..bahwa ternyata penetapan bulan Muharram bukan didasarkan pada awal peristiwa hijrah seperti sangkaan kita sebelumnya…

Cukuplah hadist dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الحَرَامُ وَ أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَّيْل

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim)

Dalam hadist tersebut bulan Muharram disebut syahrullah (bulan Allah), hal ini menjadi keutamaan khusus karena disandingkan dengan lafadz Allah (lafdzul jalalah).
Para ulama menyebutkan jika sesuatu disandingkan pada lafdzul jalalah memiliki makna tasyrif pemuliaan. Misalnya saja baitullah, Rasulullah, nabiyullah, khalilullah, dsb.

Sunnah berpuasa di bulan Muharram

Selama ini dikenal sebagai puasa Asy-Syuro. Asy-Syuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh.
Diantara hadits-hadits yang menunjukkan keutamaan puasa di bulan ini.

Diriwayatkan dari Abu Qatadah رضي الله عنه, Rasulullah صلي الله عليه وسلم, bersabda:

صِيَامُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَيْ اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَـبْلَهُ

“Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Abbas رضي الله عنها berkata :

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّي صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَي غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

"Aku tidak pernah melihat Rasulullah صلي الله عليه وسلم, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas رضي الله عنها berkata : Ketika Rasulullah صلي الله عليه وسلم. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ (H.R. Bukhari dan Muslim)

Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas رضي الله عنها, Rasulullah صلي الله عليه وسلم. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“

Dari hadits di atas sudah cukup gamblang dijelaskan tentang sunnahnya bepuasa pada bulan ini. Adapun ibadah-ibadah selainnya, tidak ada yang khusus pada bulan ini.

Apalagi jika dikaitkan dengan tradisi masyarakat, misalnya seakan-akan “diwajibkan" pada bulan ini membeli barang-barang yang baru, membuat bubur syuro dan sebagainya, atau mengadakan riutl-ritual tertentu yang terkadang “nyerempet” ke arah kesyirikan.

Saya pernah berbelanja di salah satu toko perlengkapan alat rumah tangga, ada beberapa yang kami butuhkan sebelum berpindah ke rumah yang baru. Setelah memilih beberapa barang yang dibutuhkan, kamipun menuju ke kasir untuk melakukan transaksi pembayaran. Sesampai di sana kami cukup dikagetkan dengan panjangnya antrian, sampai-sampai ada tambahan kasir “dadakan”. Barulah kami sadar, oooo... karena hari ini 10 Muharram, kami memang tahu waktu itu tanggal 10 Muharram, tapi yang kami tahu adalah berpuasa pada hari itu…kami betul-betul lupa kalau ada tradisi masyarakat untuk berbelanja…
Tapi apa hendak dikata, kami terlanjur terjebak oleh panjangnya antrian, yang membuat kerepotan karena kami membawa serta anak-anak untuk ikut bersama kami. Qadarullah

Padahal, kami belum tahu (atau ada yang bisa memberi tahu) dalil tentang disunnahkannya tradisi tersebut… Wallaahu a’lam
************

Insya Allah, tanggal 9, 10, 11 Muharram semakin dekat. Persiapkan diri-diri untuk berpuasa pada hari itu. Jangan sia-siakan moment dihapuskannya dosa setahun sebelumnya  pada hari itu.
Yang perlu digaris bawahi bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa besar terhapus dengan taubatan nasuha



Fastabiqul Khairat!!



Sumber gambar : http://4.bp.blogspot.com/_cPZ3JuU6GI4/TP1gYFrFU6I/AAAAAAAAAGY/i1ebOLI7KV4/s1600/muharram.gif

2 komentar:

  1. Terima kasih sekali utk sharing ilmunya ya mbak... sangat bermanfaat. :)

    BalasHapus
  2. masyaAllah. artikel yang bermanfaat. menambah tsaqofah lagi nih. syukran ummu. mohon di folbek blog sederhana kami. di www.coretanmail.blogspot.com

    BalasHapus

Memuat...

Daftar Isi

45.Berkat eksis dengan internet, ibu rumah tangga juga BISA!

44.Terima Kasih Astamedia !

43. Aku dan bisnis online

42. DOWN !

41. Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi

40. Keutamaan bulan Muharram

39. Disabilitas dan pandangan masyarakat

38. Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati

37. Iseng-iseng ikutan kontes, alhamdulillah dapet juara III

36. Ketika tawakkal diuji

35. Mencoba untuk lebih baik

34. Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)

33. Jejak hati menuju Allah

32. Harga Sebuah Keimanan

31. Dalil pendukung larangan menyentuh Al-Qur'an ketika berhadats

30. Hukum menyentuh Al-Qur'an bagi orang yang berhadats

29. Bulan Sya’ban, apa sih keistimewaannya??

28. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab ?!! (bagian 2)

27. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab??!! (bagian 1)

26. Wanita menjalankan puasa sunnah harus dengan izin suami

25. Selamat Lebaran..

24. Jangan biarkan Ramadhan-mu berlalu sia-sia

23. Keutamaan bulan Ramadhan

22. Syair Ramadhan

21. Hukum Menyentuh Atau Memegang Al-Qur'an Bagi Orang...

20. Kalau Mau Pacaran “Yang Islami” Saja !!!

19. Nak..ini ada uang sepuluh riyal, pergilah ke pasar...

18. Ibuku sayang (balasan dari surat sang ibu)

17. Wahai anakku (surat seorang ibu kepada anaknya)

16. Sekedar Pemberitahuan

15. Cake Jagung Keju

14. Hiasi diri dengan Qana'ah

13. Diary Seorang Suami berisi Teguran Halus Untuk Istrinya

12. Mutiara hadits(2)

11. Mutiara hadits (1) : Kabar Gembira Untukmu Wahai Para Istri

10. Saat Ku Lelah...

9. Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam

8. Untukmu Wahai Para Istri ..

7. Siapakah suamimu di syurga?

6. Pancake

5. Ikhlas Itu Proses

4. Cukuplah Untuk Pemula..

3. Kue Kukus Roti Tawar

2. Menggambar Makhluk Bernyawa

1. Memulai dengan Bismillah..

Daftar Blog

Arsip

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Berlangganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pengikut

Kotak Pesan

Isi tab 3

Statistik

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net