Kamis, 24 November 2011
Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati
Sulit untuk melupakan kejadian itu..
Kejadian yang terjadi 3
tahun yang lalu, saat anak kami Abdullah masih berusia 3 bulan, dan
ayahnya yang saat itu masih berada di Kaltim...
Yah,
kami berpisah untuk sementara, karena kami memutuskan agar saya
melakukan proses kelahiran di Makassar saja agar bisa didampingi orang
tua ditambah lagi fasilitas di daerah tempat kami berdomisili waktu itu
sangat minim karena letaknya di daerah terpencil.
Tapi alhamdulillah kami masih tetap bisa berkomunikasi melalui telepon genggam..
Sampai
suatu ketika saya terserang campak...Komunikasi dengan suami saya pun
semakin intens karena kebetulan dia seorang praktisi kesehatan, agar dia
bisa memberikan terapi terhadap gejala yang saya keluhkan..
Beberapa hari kondisiku belum juga membaik.. Malah saya merasakan sakit di bagian dada..jika saya berbaring ke arah kiri..
Suamiku
menduga kemungkinan ada komplikasi...dia memutuskan untuk ke Makassar,
dia berkata "Insya Allah hari Ahad nanti saya pulang"...
Namun
takdir berkata lain.. Pada sabtu dini hari, nyeri di dadaku semakin
bertambah, bukan hanya di bagian kiri namun juga di bagian kanan...
Hingga tak sanggup lagi untuk berbaring. Nafasku terasa sesak...hingga agak sulit untuk bernafas...
Melalui telepon, suami menganjurkan untuk saya ke puskesmas terdekat.
Ditemani
orangtua, mertua, saudara dan iparku, saya menuju puskesmas. Sesampai
di sana, diberikan pertolongan pertama untuk selanjutnya dirujuk ke
salah satu Rumah Sakit swasta di Makassar...
Kondisiku semakin memburuk, nafasku semakin sesak...
Hingga hampir rasanya tak sanggup lagi untuk bernafas..
Aku
dilarikan ke ruang ICU, diiringi isak tangis keluargaku... Iparku tak
henti berkomunikasi dengan suamiku, menggambarkan keadaanku....
Yang
kupikir hanya satu saat itu, "Yaa Rabb, Inikah saatnya Engkau mengambil
nyawaku???" Tak henti kuucapkan syahadat "Laa ilaaha Illallaah"...
Hingga akhirnya aku tidak mengingat apa-apa lagi...
Ternyata aku pingsan, saat terbangun, Hidung dan mulutku sudah tertutup alat bantu pernafasan..
Saat itu aku sadar, kondisi kritisku telah berlalu..
Yaa Allah..ternyata Engkau masih memberi kesempatan diriku untuk hidup...
Tubuhku lemas, nafasku masih sesak...
Hanya satu hal yang ada dipikiranku saat itu, "Dimana suamiku?"
Saya dikabarkan kalau beliau sudah dalam perjalanan ke Makassar, saya sudah membayangkan begitu kalutnya dia....
Ya..Allah...
Saat itu kehadiran suamiku begitu sangat kurindukan... Walau keluarga
mengelilingiku saat itu, perasaanku tetap terasa tidak tenang...
Mataku
tak lepas dari jam dinding, dihatiku cuman ada satu pertanyaan saat
itu, "Jam berapa sekarang, kenapa dia belum datang?"..
Saat sempat terlelap, begitu bangun yang kutanyakan hanya satu, "Dimana husband-ku?", "Dimana suamiku?"
Duhai..andai kalian tahu perasaanku saat itu...
Terlelap lagi...aku terbangun ketika ada yang membalikkan badanku seraya berucap, "Periksa darah dulu" dengan senyumnya...
Saya spontan berkata dan sempat tersenyum "Alhamdulillah sudah datang"...
Saya merasa lebih tenang saat itu...Ada kekuatan baru untukku, kekuatan untuk bisa kuat dan sembuh...
Walau
selanjutnya saya dikatakan saat itu mengalami gagal nafas dan harus
mendapatkan bantuan alat pernapasan yang lebih berat...Aku yakin, aku
kuat..
Kekuatan lainnya adalah anakku..anakku yang saat itu berusia 3 bulan..yang masih sangat tergantung dengan ASI-nya...
Setiap hari saya berusaha terus memerah ASI, walaupun sedikit..untuk diminumkan pada anakku di rumah...
Hari-hari
di ICU, suamiku setia mendampingi, bahkan saya terkadang terharu
melihat dia yang hampir dikatakan tak pernah tidur normal karena memang
tidak ada fasilitas tidur untuk pendamping pasien..alhasil yang paling
bisa tidur dalam keadaan duduk.
Ditambah lagi kondisiku yang masih tidak menentu, terkadang tiba-tiba menggigil..
Saat
kami sempat ngobrol, suami bercerita kalau dia betul-betul kalut, satu
hal yang menjadi pikirannya saat itu, saat perjalanan antara Tanah
Grogot ke Bandara Sepinggan, Balikpapan, "Istriku...bagaimana dengan
anakku?? Anakku yang masih kecil, masih berusia 3 bulan??" Dia menangis,
sampai-sampai tidak sadar kalau bus-nya ternyata hampir mengalami
kecelakaan. Dia baru sadar saat kejadian itu terlewat.
9
hari di ICU, suami miminta kepada pihak Rumah Sakit, untuk saya bisa
pulang.... Selanjutnya berobat jalan saja...melihat kondisiku juga yang
sudah bisa beradaptasi tanpa bantuan oksigen..
Sepulang di
rumah... bertemu anakku tercinta, tak bisa kubendung rasa haruku,
melihat dia tersenyum ketika melihatku... Dan alhamdulillah...ASI ku
juga masih tetap ada dan bisa kuberikan pada anakku..
Subhanallah..suatu nikmat tak terkira...
Dari
kejadian ini, saya menjadi sangat tahu untuk lebih mensyukuri nikmat
kesempatan hidup yang Dia berikan, berartinya nafas yang Dia berikan,
berartinya suami dan anak-anak serta keluarga dalam hidupku...
Bahwa begitu aku menyayangi dan mencintai mereka...
Bahwa mereka juga sangat menyayangiku...
Tulisan ini saya ikut sertakan pada
GIVEAWAY 10th Years Wedding Anniversary : Moment to Remember
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Daftar Isi
45.Berkat eksis dengan internet, ibu rumah tangga juga BISA!
44.Terima Kasih Astamedia !
43. Aku dan bisnis online
42. DOWN !
41. Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi
40. Keutamaan bulan Muharram
39. Disabilitas dan pandangan masyarakat
38. Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati
37. Iseng-iseng ikutan kontes, alhamdulillah dapet juara III
36. Ketika tawakkal diuji
35. Mencoba untuk lebih baik
34. Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)
33. Jejak hati menuju Allah
32. Harga Sebuah Keimanan
31. Dalil pendukung larangan menyentuh Al-Qur'an ketika berhadats
30. Hukum menyentuh Al-Qur'an bagi orang yang berhadats
29. Bulan Sya’ban, apa sih keistimewaannya??
28. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab ?!! (bagian 2)
27. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab??!! (bagian 1)
26. Wanita menjalankan puasa sunnah harus dengan izin suami
25. Selamat Lebaran..
24. Jangan biarkan Ramadhan-mu berlalu sia-sia
23. Keutamaan bulan Ramadhan
22. Syair Ramadhan
21. Hukum Menyentuh Atau Memegang Al-Qur'an Bagi Orang...
20. Kalau Mau Pacaran “Yang Islami” Saja !!!
19. Nak..ini ada uang sepuluh riyal, pergilah ke pasar...
18. Ibuku sayang (balasan dari surat sang ibu)
17. Wahai anakku (surat seorang ibu kepada anaknya)
16. Sekedar Pemberitahuan
15. Cake Jagung Keju
14. Hiasi diri dengan Qana'ah
13. Diary Seorang Suami berisi Teguran Halus Untuk Istrinya
12. Mutiara hadits(2)
11. Mutiara hadits (1) : Kabar Gembira Untukmu Wahai Para Istri
10. Saat Ku Lelah...
9. Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam
8. Untukmu Wahai Para Istri ..
7. Siapakah suamimu di syurga?
6. Pancake
5. Ikhlas Itu Proses
4. Cukuplah Untuk Pemula..
3. Kue Kukus Roti Tawar
2. Menggambar Makhluk Bernyawa
1. Memulai dengan Bismillah..
44.Terima Kasih Astamedia !
43. Aku dan bisnis online
42. DOWN !
41. Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi
40. Keutamaan bulan Muharram
39. Disabilitas dan pandangan masyarakat
38. Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati
37. Iseng-iseng ikutan kontes, alhamdulillah dapet juara III
36. Ketika tawakkal diuji
35. Mencoba untuk lebih baik
34. Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)
33. Jejak hati menuju Allah
32. Harga Sebuah Keimanan
31. Dalil pendukung larangan menyentuh Al-Qur'an ketika berhadats
30. Hukum menyentuh Al-Qur'an bagi orang yang berhadats
29. Bulan Sya’ban, apa sih keistimewaannya??
28. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab ?!! (bagian 2)
27. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab??!! (bagian 1)
26. Wanita menjalankan puasa sunnah harus dengan izin suami
25. Selamat Lebaran..
24. Jangan biarkan Ramadhan-mu berlalu sia-sia
23. Keutamaan bulan Ramadhan
22. Syair Ramadhan
21. Hukum Menyentuh Atau Memegang Al-Qur'an Bagi Orang...
20. Kalau Mau Pacaran “Yang Islami” Saja !!!
19. Nak..ini ada uang sepuluh riyal, pergilah ke pasar...
18. Ibuku sayang (balasan dari surat sang ibu)
17. Wahai anakku (surat seorang ibu kepada anaknya)
16. Sekedar Pemberitahuan
15. Cake Jagung Keju
14. Hiasi diri dengan Qana'ah
13. Diary Seorang Suami berisi Teguran Halus Untuk Istrinya
12. Mutiara hadits(2)
11. Mutiara hadits (1) : Kabar Gembira Untukmu Wahai Para Istri
10. Saat Ku Lelah...
9. Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam
8. Untukmu Wahai Para Istri ..
7. Siapakah suamimu di syurga?
6. Pancake
5. Ikhlas Itu Proses
4. Cukuplah Untuk Pemula..
3. Kue Kukus Roti Tawar
2. Menggambar Makhluk Bernyawa
1. Memulai dengan Bismillah..

3 komentar:
subhanallah ...
btw, selamat ya postingan ta ini yang menang giveaway to? ;)
iye..alhamdulillah :)
Subhanallah..
like umm(Dari kejadian ini, saya menjadi sangat tahu untuk lebih mensyukuri nikmat kesempatan hidup yang Dia berikan, berartinya nafas yang Dia berikan, berartinya suami dan anak-anak serta keluarga dalam hidupku...
Bahwa begitu aku menyayangi dan mencintai mereka...
Bahwa mereka juga sangat menyayangiku...)
sayapun seringkali baru menyadari betapa indah nikmat sehat itu ketika sakit menimpa.
^_^
Poskan Komentar