Sabtu, 18 Juni 2011
Bulan Sya’ban, apa sih keistimewaannya??
Keutamaan Bulan Sya’ban
Dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah.” (Lathoif Al Ma’arif, 235)
Amalan yang di sunnahkan
Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,
لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)
Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,
كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” (HR. Muslim no. 1156)
Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan,
أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلاَّ شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Lalu apa yang dimaksud dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya (Kaana yashumu sya’ban kullahu)? Asy Syaukani mengatakan, “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya). Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarrok. Beliau mengatakan bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.” (Nailul Author, 7/148). Jadi, yang dimaksud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di seluruh hari bulan Sya’ban adalah berpuasa di mayoritas harinya.
Lalu Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak puasa penuh di bulan Sya’ban? An Nawawi rahimahullah menuturkan bahwa para ulama mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyempurnakan berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar tidak disangka puasa selain Ramadhan adalah wajib. ” (Syarh Muslim, 4/161)
Di antara rahasia kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban adalah karena puasa Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib). Sebagaimana shalat rawatib adalah shalat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi shalat wajib, sebelum atau sesudahnya, demikianlah puasa Sya’ban. Karena puasa di bulan Sya’ban sangat dekat dengan puasa Ramadhan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan. Dan puasa ini bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab, 233)
Hikmah di balik puasa Sya’ban adalah:
- Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkala manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu. Sebagaimana seseorang yang berdzikir di tempat orang-orang yang begitu lalai dari mengingat Allah -seperti ketika di pasar-, maka dzikir ketika itu adalah amalan yang sangat istimewa. Abu Sholeh mengatakan, “Sesungguhnya Allah tertawa melihat orang yang masih sempat berdzikir di pasar. Kenapa demikian? Karena pasar adalah tempatnya orang-orang lalai dari mengingat Allah.”
- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa setiap bulannya sebanyak tiga hari. Terkadang beliau menunda puasa tersebut hingga beliau mengumpulkannya pada bulan Sya’ban. Jadi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Sya’ban sedangkan di bulan-bulan sebelumnya beliau tidak melakukan beberapa puasa sunnah, maka beliau mengqodho’nya ketika itu. Sehingga puasa sunnah beliau menjadi sempurna sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.
- Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, hal. 234-243)
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan kita mengikuti suri tauladan kita untuk memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Semoga dengan melakukan hal ini kita termasuk orang yang mendapat keutamaan yang disebutkan dalam hadits qudsi berikut.
وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ
“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506).
Orang yang senantiasa melakukan amalan sunnah (mustahab) akan mendapatkan kecintaan Allah, lalu Allah akan memberi petunjuk pada pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya. Allah juga akan memberikan orang seperti ini keutamaan dengan mustajabnya (terkabulnya) do’a. (Faedah dari Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abad)
Sumber : www.muslim.or.id
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Daftar Isi
45.Berkat eksis dengan internet, ibu rumah tangga juga BISA!
44.Terima Kasih Astamedia !
43. Aku dan bisnis online
42. DOWN !
41. Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi
40. Keutamaan bulan Muharram
39. Disabilitas dan pandangan masyarakat
38. Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati
37. Iseng-iseng ikutan kontes, alhamdulillah dapet juara III
36. Ketika tawakkal diuji
35. Mencoba untuk lebih baik
34. Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)
33. Jejak hati menuju Allah
32. Harga Sebuah Keimanan
31. Dalil pendukung larangan menyentuh Al-Qur'an ketika berhadats
30. Hukum menyentuh Al-Qur'an bagi orang yang berhadats
29. Bulan Sya’ban, apa sih keistimewaannya??
28. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab ?!! (bagian 2)
27. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab??!! (bagian 1)
26. Wanita menjalankan puasa sunnah harus dengan izin suami
25. Selamat Lebaran..
24. Jangan biarkan Ramadhan-mu berlalu sia-sia
23. Keutamaan bulan Ramadhan
22. Syair Ramadhan
21. Hukum Menyentuh Atau Memegang Al-Qur'an Bagi Orang...
20. Kalau Mau Pacaran “Yang Islami” Saja !!!
19. Nak..ini ada uang sepuluh riyal, pergilah ke pasar...
18. Ibuku sayang (balasan dari surat sang ibu)
17. Wahai anakku (surat seorang ibu kepada anaknya)
16. Sekedar Pemberitahuan
15. Cake Jagung Keju
14. Hiasi diri dengan Qana'ah
13. Diary Seorang Suami berisi Teguran Halus Untuk Istrinya
12. Mutiara hadits(2)
11. Mutiara hadits (1) : Kabar Gembira Untukmu Wahai Para Istri
10. Saat Ku Lelah...
9. Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam
8. Untukmu Wahai Para Istri ..
7. Siapakah suamimu di syurga?
6. Pancake
5. Ikhlas Itu Proses
4. Cukuplah Untuk Pemula..
3. Kue Kukus Roti Tawar
2. Menggambar Makhluk Bernyawa
1. Memulai dengan Bismillah..
44.Terima Kasih Astamedia !
43. Aku dan bisnis online
42. DOWN !
41. Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi
40. Keutamaan bulan Muharram
39. Disabilitas dan pandangan masyarakat
38. Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati
37. Iseng-iseng ikutan kontes, alhamdulillah dapet juara III
36. Ketika tawakkal diuji
35. Mencoba untuk lebih baik
34. Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)
33. Jejak hati menuju Allah
32. Harga Sebuah Keimanan
31. Dalil pendukung larangan menyentuh Al-Qur'an ketika berhadats
30. Hukum menyentuh Al-Qur'an bagi orang yang berhadats
29. Bulan Sya’ban, apa sih keistimewaannya??
28. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab ?!! (bagian 2)
27. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab??!! (bagian 1)
26. Wanita menjalankan puasa sunnah harus dengan izin suami
25. Selamat Lebaran..
24. Jangan biarkan Ramadhan-mu berlalu sia-sia
23. Keutamaan bulan Ramadhan
22. Syair Ramadhan
21. Hukum Menyentuh Atau Memegang Al-Qur'an Bagi Orang...
20. Kalau Mau Pacaran “Yang Islami” Saja !!!
19. Nak..ini ada uang sepuluh riyal, pergilah ke pasar...
18. Ibuku sayang (balasan dari surat sang ibu)
17. Wahai anakku (surat seorang ibu kepada anaknya)
16. Sekedar Pemberitahuan
15. Cake Jagung Keju
14. Hiasi diri dengan Qana'ah
13. Diary Seorang Suami berisi Teguran Halus Untuk Istrinya
12. Mutiara hadits(2)
11. Mutiara hadits (1) : Kabar Gembira Untukmu Wahai Para Istri
10. Saat Ku Lelah...
9. Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam
8. Untukmu Wahai Para Istri ..
7. Siapakah suamimu di syurga?
6. Pancake
5. Ikhlas Itu Proses
4. Cukuplah Untuk Pemula..
3. Kue Kukus Roti Tawar
2. Menggambar Makhluk Bernyawa
1. Memulai dengan Bismillah..
0 komentar:
Poskan Komentar