Selasa, 28 September 2010
Wanita menjalankan puasa sunnah harus dengan izin suami
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Dalam melaksanakan puasa Sunnah, ada suatu aturan yang mesti diperhatikan oleh wanita muslimah. Aturan yang dimaksud adalah ia harus meminta izin pada suaminya ketika ingin menjalankan puasa sunnah. Keterangan selengkapnya silakan disimak dengan seksama dalam risalah berikut.
Dalil Pendukung
Para fuqoha telah sepakat bahwa seorang wanita tidak diperkenankan untuk melaksanakan puasa sunnah melainkan dengan izin suaminya.[1]
Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.”[2]
Dalam lafazh lainnya disebutkan,
لاَ تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ غَيْرَ رَمَضَانَ
“Tidak boleh seorang wanita berpuasa selain Ramadhan sedangkan suaminya sedang ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya”[3]
Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan izin bisa jadi dengan ridho suami. Ridho suami sudah sama dengan izinnya.[4]
An Nawawi rahimahullah menerangkan, “Larangan pada hadits di atas dimaksudkan untuk puasa tathowwu’ dan puasa sunnah yang tidak ditentukan waktunya. Menurut ulama Syafi’iyah, larangan yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah larangan haram.”[5]
Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud larangan puasa tanpa izin suami di sini adalah untuk puasa selain puasa di bulan Ramadhan. Adapun jika puasanya adalah wajib, dilakukan di luar Ramadhan dan waktunya masih lapang untuk menunaikannya, maka tetap harus dengan izin suami. ... Hadits ini menunjukkan diharamkannya puasa yang dimaksudkan tanpa izin suami. Demikianlah pendapat mayoritas ulama.”[6]
Dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah disebutkan, “Jika seorang wanita menjalankan puasa (selain puasa Ramadhan) tanpa izin suaminya, puasanya tetap sah, namun ia telah melakukan keharaman. Demikian pendapat mayoritas fuqoha. Ulama Hanafiyah menganggapnya makruh tahrim. Ulama Syafi’iyah menyatakan seperti itu haram jika puasanya berulang kali. Akan tetapi jika puasanya tidak berulang kali (artinya, memiliki batasan waktu tertentu) seperti puasa ‘Arofah, puasa ‘Asyura, puasa enam hari di bulan Syawal, maka boleh dilakukan tanpa izin suami, kecuali jika memang suami melarangnya.”[7]
Jadi, puasa yang mesti dilakukan dengan izin suami ada dua macam: (1) puasa sunnah yang tidak memiliki batasan waktu tertentu (seperti puasa senin kamis[8]), (2) puasa wajib yang masih ada waktu longgar untuk melakukannya. Contoh dari yang kedua adalah qodho’ puasa yang waktunya masih longgar sampai Ramadhan berikutnya.[9]
Jika Suami Tidak di Tempat
Berdasarkan pemahaman dalil yang telah disebutkan, jika suami tidak di tempat, maka istri tidak perlu meminta izin pada suami ketika ingin melakukan puasa sunnah. Keadaan yang dimaksudkan seperti ketika suami sedang bersafar, sedang sakit, sedang berihrom atau suami sendiri sedang puasa.[10] Kondisi sakit membuat suami tidak mungkin melakukan jima’ (hubungan badan). Keadaan ihrom terlarang untuk jima’, begitu pula ketika suami sedang puasa. Inilah yang dimaksud kondisi suami tidak di tempat.
Hikmah Mengapa Harus dengan Izin Suami
Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menerangkan, “Dalam hadits yang menerangkan masalah ini terdapat pelajaran bahwa menunaikan hak suami itu lebih utama daripada menjalankan kebaikan yang hukumnya sunnah. Karena menunaikan hak suami adalah suatu kewajiban. Menjalankan yang wajib tentu mesti didahulukan dari menjalankan ibadah yang sifatnya sunnah.”[11]
An Nawawi rahimahullah menerangkan, “Sebab terlarangnya berpuasa tanpa izin suami di atas adalah karena suami memiliki hak untuk bersenang-senang (dengan bersetubuh, pen) bersama pasangannya setiap harinya. Hak suami ini tidak bisa ditunda karena sebab ia melakukan puasa sunnah atau melakukan puasa wajib yang masih bisa ditunda.”[12]
Semoga sajian singkat ini bermanfaat bagi wanita muslimah dan pembaca rumaysho.com lainnya. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Selesai disusun setelah ‘Isya’, 5 Ramadhan 1431 H (13/09/2010), di Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.rumaysho.com
[1] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/9996, index “Shoum At Tathowwu’ “, point 21.
[2] HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026.
[3] HR. Abu Daud no. 2458. An Nawawi dalam Al Majmu’ (6/392) mengatakan, “Sanad riwayat ini shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim.”
[4] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/9997, index “Shoum At Tathowwu’ “, point 21.
[5] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, 1392, 7/115.
[6] Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma’rifah, 1379, 9/295
[7] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/9997, index “Shoum At Tathowwu’ “, point 21.
[8] Puasa senin kamis bisa saja dilaksanakan di minggu-minggu berikutnya. Jadi waktunya begitu longgar.
[9] Ini berarti kalau puasanya adalah puasa Syawal, maka boleh tanpa izin suami karena puasa Syawal adalah puasa yang memiliki batasan waktu tertentu hanya di bulan Syawal.
[10] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/9997, index “Shoum At Tathowwu’ “, point 21; dan lihat Fathul Bari, 9/296.
[11] Fathul Bari, 9/296.
[12] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/115
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Daftar Isi
44.Terima Kasih Astamedia !
43. Aku dan bisnis online
42. DOWN !
41. Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi
40. Keutamaan bulan Muharram
39. Disabilitas dan pandangan masyarakat
38. Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati
37. Iseng-iseng ikutan kontes, alhamdulillah dapet juara III
36. Ketika tawakkal diuji
35. Mencoba untuk lebih baik
34. Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)
33. Jejak hati menuju Allah
32. Harga Sebuah Keimanan
31. Dalil pendukung larangan menyentuh Al-Qur'an ketika berhadats
30. Hukum menyentuh Al-Qur'an bagi orang yang berhadats
29. Bulan Sya’ban, apa sih keistimewaannya??
28. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab ?!! (bagian 2)
27. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab??!! (bagian 1)
26. Wanita menjalankan puasa sunnah harus dengan izin suami
25. Selamat Lebaran..
24. Jangan biarkan Ramadhan-mu berlalu sia-sia
23. Keutamaan bulan Ramadhan
22. Syair Ramadhan
21. Hukum Menyentuh Atau Memegang Al-Qur'an Bagi Orang...
20. Kalau Mau Pacaran “Yang Islami” Saja !!!
19. Nak..ini ada uang sepuluh riyal, pergilah ke pasar...
18. Ibuku sayang (balasan dari surat sang ibu)
17. Wahai anakku (surat seorang ibu kepada anaknya)
16. Sekedar Pemberitahuan
15. Cake Jagung Keju
14. Hiasi diri dengan Qana'ah
13. Diary Seorang Suami berisi Teguran Halus Untuk Istrinya
12. Mutiara hadits(2)
11. Mutiara hadits (1) : Kabar Gembira Untukmu Wahai Para Istri
10. Saat Ku Lelah...
9. Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam
8. Untukmu Wahai Para Istri ..
7. Siapakah suamimu di syurga?
6. Pancake
5. Ikhlas Itu Proses
4. Cukuplah Untuk Pemula..
3. Kue Kukus Roti Tawar
2. Menggambar Makhluk Bernyawa
1. Memulai dengan Bismillah..
43. Aku dan bisnis online
42. DOWN !
41. Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi
40. Keutamaan bulan Muharram
39. Disabilitas dan pandangan masyarakat
38. Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati
37. Iseng-iseng ikutan kontes, alhamdulillah dapet juara III
36. Ketika tawakkal diuji
35. Mencoba untuk lebih baik
34. Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)
33. Jejak hati menuju Allah
32. Harga Sebuah Keimanan
31. Dalil pendukung larangan menyentuh Al-Qur'an ketika berhadats
30. Hukum menyentuh Al-Qur'an bagi orang yang berhadats
29. Bulan Sya’ban, apa sih keistimewaannya??
28. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab ?!! (bagian 2)
27. Benarkah ada amalan tertentu di bulan Rajab??!! (bagian 1)
26. Wanita menjalankan puasa sunnah harus dengan izin suami
25. Selamat Lebaran..
24. Jangan biarkan Ramadhan-mu berlalu sia-sia
23. Keutamaan bulan Ramadhan
22. Syair Ramadhan
21. Hukum Menyentuh Atau Memegang Al-Qur'an Bagi Orang...
20. Kalau Mau Pacaran “Yang Islami” Saja !!!
19. Nak..ini ada uang sepuluh riyal, pergilah ke pasar...
18. Ibuku sayang (balasan dari surat sang ibu)
17. Wahai anakku (surat seorang ibu kepada anaknya)
16. Sekedar Pemberitahuan
15. Cake Jagung Keju
14. Hiasi diri dengan Qana'ah
13. Diary Seorang Suami berisi Teguran Halus Untuk Istrinya
12. Mutiara hadits(2)
11. Mutiara hadits (1) : Kabar Gembira Untukmu Wahai Para Istri
10. Saat Ku Lelah...
9. Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam
8. Untukmu Wahai Para Istri ..
7. Siapakah suamimu di syurga?
6. Pancake
5. Ikhlas Itu Proses
4. Cukuplah Untuk Pemula..
3. Kue Kukus Roti Tawar
2. Menggambar Makhluk Bernyawa
1. Memulai dengan Bismillah..

3 komentar:
yup, setuju tuch...
coz klo suami blon/ga ngijinin malah jadi dosa puasanya :D
salam sobat
akan saya ingat mba
kalau puasa sunnah dengan izin suami.
trims sudah berbagi.
AKU GA BISA FOLLOW YA KO GA MUNCUL SIH FOLLOWNYA
Poskan Komentar